Minggu, 18 Oktober 2015


Pada kesempatan kali ini saya akan membahas dua contoh dari komunikasi jaringan, contoh e-commerce dan aplikasi berbasis GPS untuk melengkapi tugas dari mata kuliah pengantar telematika.

·         Contoh komunikasi jaringan.

Pager

Radio panggil lebih dikenal dengan sebutan pager yaitu alat telekomunikasi pribadi untuk menyampaikan dan menerima pesan pendek.Radio panggil numerik satu arah hanya dapat menerima pesan yang terdiri dari beberapa digit saja, khas layaknya sebuah nomor telepon yang digunakan penggunanya untuk menelepon. Radio panggil alphanumerik juga tersedia dengan sistem dua arah dapat mengirim pesan melalui surat elektronik atau SMS (short message service).

Pager sudah jarang ditemukan di peredaran dunia bisnis. Persaingan alat komunikasi yang murah dengan layanan yang semakin canggih, makin tidak terlihatnya keberadaan radio panggil ini. Walaupun dia adalah jejak tertua barang teknologi purbakala pada abad ini, tetapi masih tetap terpakai. Terutama pada mereka yang bergerak di bidang jasa terutama di jasa informasi dan jasa kesehatan. Radio panggil adalah barang yang harus dipatuhi, dia selalu menerima pesan apapun, alasan apapun yang dibuat untuk menghindari pesan di radio panggil, selalu menjadi tidak beralasan.



Pager ditemukan oleh Multitone Electronic pada tahun 1956 di Rumah Sakit St.Thomas, London oleh dokter-dokter yang sedang bertugas dalam kondisi darurat. Sejak itu, radio panggil berkembang. Jutaan pesan dikirimkan kepada orang-orang yang membutuhkan informasi yang cepat. Di dunia teknologi radio panggil, ada dua kelompok yang jelas dari sistem pengoperasiannya. Ada sistem radio panggil yang hanya bisa digunakan di area rumah sakit saja seperti di Rumah Sakit St.Thomas, tetapi ada juga yang sistem penyebarannya lebih luas yaitu mencakup seluruh wilayah negara, tidak hanya berada pada area sebuah bangunan saja. Bermula beroperasi pada frekuensi AM, lalu pindah ke pola FM yang lebih dulu menjadi bentuk komunikasi yang ada di mana-mana. Dalam beberapa kasus, sebelum datangnya telepon seluler, sistem radio panggil digunakan sebagai pengganti untuk layanan telepon lokal maupun internasional.



Google +

Kita Beralih pada komunikasi jaringan masa kini. Google+ atau Google Plus adalah jejaring sosial yang dioperasikan oleh Google inc. Google+ diluncurkan pada 28 juni 2011 dengan sistem undangan untuk diuji coba. Di hari tersebut, pengguna Google+ diijinkan untuk mengundang teman di atas 18 tahun, untuk membuat akun. Namun, ini segera dihentikan sehari kemudian setelah pembuatan akun semakin membeludak.

Google+ mengintegrasikan layanan sosial seperti google profile dan google buzz, dan memperkenalkan layanan baru seperti Circles, Hangouts, Sparks, and Huddles. Google+ juga menyediakan berbagai aplikasi desktop dan aplikasi ponsel, tetapi hanya pada Android dan sistem operasi iOS. Media massa seperti The New York Times telah menyatakan bahwa Google+ adalah upaya terbesar Google untuk menyaingi jaringan sosial facebook, yang telah mempunyai lebih dari 750 juta pengguna pada tahun 2011.



Banyak fitur dari Google+ yang mirip dengan situs jejaring sosial seperti Facebook dan LinkedIn. Cara Google+ menampilkan pemberitahuan, pemberitahuan belum dibaca, dan link ke posting juga mirip dengan "Pemberitahuan" di Facebook.

"Circles" memungkinkan pengguna untuk mengatur kontak menjadi kelompok untuk berbagi di berbagai produk dan layanan Google. Meskipun pengguna lain dapat melihat daftar orang-orang dalam koleksi lingkaran pengguna, mereka tidak dapat melihat nama-nama lingkaran mereka. Pengaturan privasi juga memungkinkan pengguna untuk menyembunyikan pengguna di kalangan mereka serta yang telah mereka dalam lingkaran mereka. Organisasi dilakukan dengan menyeret antarmuka. Sistem ini menggantikan fungsi daftar teman biasa digunakan oleh situs-situs seperti facebook.

"Messenger"(sebelumnya dikenal sebagai Huddle) adalah fitur yang tersedia untuk Android, iPhone, dan perangkat SMS untuk berkomunikasi melalui pesan instan dalam Circles.
"Hangouts" adalah tempat yang digunakan untuk memfasilitasi kelompok obrolan video (dengan maksimal 10 orang berpartisipasi dalam Hangout tunggal pada setiap titik waktu). Namun, siapa pun di web ini berkesempatan untuk bergabung dengan 'Hangout' jika mereka kebetulan memiliki URL yang unik dari Hangout tersebut.

"Instant Upload" khusus untuk ponsel Android untuk menyimpan foto atau video dalam album pribadi untuk berbagi nanti.

"Sparks" adalah sebuah front-end untuk Google Search, memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi topik mereka mungkin akan tertarik dalam berbagi dengan orang lain; "menampilkan kepentingan" percikan juga tersedia, berdasarkan topik lain secara global menemukan sesuatu yang menarik.

"Streams," pengguna melihat perkembangan terbaru dari orang-orang di kalangan mereka, perkembangan terbaru mirip dengan news feed di Facebook. Kotak input memungkinkan pengguna untuk memasukkan status terbaru atau menggunakan ikon untuk mengunggah dan berbagi foto dan video.


·         Contoh Web E-Commerce

JakartaNotebook.com




       Jakartanotebook.com adalah sebuah web e-commerce yang cukup terkenal di Indonesia.  Sesuai dengan namanya, Jakartanotebook.com menjual berbagai produk-produk dan aksesoris IT dan telah melayani banyak pelanggan hingga ke pelosok-pelosok daerah dan kabupaten-kabupaten di seluruh Indonesia. Hingga kini JakartaNotebook.com menjadi salah satu web e-commerce bertema IT yang menjadi salah satu pilihan utama belanja online bagi penduduk Indonesia. 

Berikut ini cara berbelanja online di jakartanotebook.com dengan mengikuti prosedur yang tersedia di jakartanotebook.com :

1. Pilih produk-produk yang akan dibeli untuk dimasukkan ke dalam cart (keranjang belanja).
2. Lanjutkan proses pembelian dengan melakukan Checkout Now melalui halaman My Cart.
3. Lengkapi data pengiriman dan jenis ekspedisi yang diinginkan, lalu klik lanjutkan pembayaran
4. Cetak invoice sebagai bukti bahwa Anda telah melakukan transaksi dengan kami, atau cek email anda untuk mendapatkan rekap transaksi.
5. Lakukan pembayaran sesuai prosedur yang ada di halaman terakhir dari My Cart Anda.

·         Contoh Aplikasi berbasis GPS

GPS Route Finder

       GPS Route Finder adalah sebuah aplikasi berbasis android yang menggunakan GPS dan Peta online untuk mencari sebuah rute perjalanan ke suatu tempat.  GPS Route Finder membantu kita untuk menghemat waktu dalam mencari sebuah rute yang terbaik untuk dilewati. Aplikasi ini dilengkapi dengan tiga peta yaitu normal, Satelit dan Terrain. Pengguna dapat mencari rute dengan mengemudi maupun dengan berjalan kaki. Aplikasi dapat di download di Playstore / Googleplay.




Sumber :
https://id.wikipedia.org
https://play.google.com/
www.jakartanotebook.com

Kamis, 16 Juli 2015




UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS GUNADARMA







PROPOSAL
PENULISAN ILMIAH



Disusun oleh :
Aditya Harisakti
1011232





Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat Dalam Mencapai Gelar Setara Sarjana Muda


Jakarta
2015


PENDAHULUAN



a.  Latar  Belakang Masalah
Di era modern seperti saat ini berbagai aktifitas maupun kegiatan ekonomi dilakukan secara cepat agar dapat terus memenuhi permintaan dari para konsumen, selain itu para produsen juga dituntut untuk terus berinovasi agar dapat terus bersaing dengan para kompetitornya. Efektifitas dan efisiensi merupakan salah satu faktor utama yang dapat menjadi pembeda dari persaingan tersebut, dan hal ini dapat diwujudkan dengan adanya perkembangan teknologi informasi di perusahaan produsen itu sendiri.
Seiring berkembangnya suatu perusahaan produsen, secara terus menerus terjadi penambahan permintaan konsumen yang menyebabkan penggunaan sistem file tradisional akan menjadi tidak efektif untuk terus digunakan. Selanjutnya masalah dalam pembuatan faktur dan laporan secara berkala yang membuat pemakaian cara manual akan menyebabkan kendala teknis yang menghabiskan waktu dan rumit saat praktik di lapangan. Oleh karena itu perusahaan saat ini harus mengubah penggunaan sistem file tradisional menjadi sistem file manajemen database. Terlepas dari biaya yang dikeluarkan untuk membuat dan mengembangkan sistem file manajemen database, perusahaan dapat mengambil banyak manfaat dari file manajemen tersebut.


1.1               b.   Batasan Masalah
Dalam penulisan ini masalah dibatasi pada pada informasi dan data yang dibutuhkan oleh petugas, transaksi penjualan dan laporan yang ditujukan untuk pimpinan. Aplikasi akan disediakan dalam bentuk beberapa form yang saling terintegrasi.

.1                   c.   Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang ada pada sistem dapat disimpulkan rumusan masalah bahwa cara manual yang digunakan dalam transaksi jual-beli pada suatu perusahaan harus diganti dengan sistem yang berbasis komputer atau otomatis.

1.1              d.  Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memudahkan bisnis proses yang ada pada toko atau perusahaan berikut dalam mencatat barang yang akan di jual, mencatat petugas atau admin kasir, membuat faktur dari transaksi yang terjadi dan membuat laporan periodik dengan menggunakan aplikasi berbasis desktop.


                                       LANDASAN TEORI

A.       Pengertian Aplikasi
Aplikasi adalah suatu perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna. Aplikasi saat ini telah menjadi alat yang membantu manusia dalam berbagai macam bidang misalnya, pendidikan, kesehatan, akuntansi, desain periklanan, dan lain-lain. Contoh perangkat lunak aplikasi antara lain penghitung aritmatika, pembuat serta pemutar media, dan pengolah lembar kerja. Aplikasi dewasa ini tidak hanya dapat dibuat untuk personal computer (PC) saja melainkan sudah dapat dibuat dan digunakan di berbagai device yang telah memiliki sistem operasi.

B.     Pengertian Penjualan
Penjualan  secara umum dapat diartikan sebagai sebuah usaha atau langkah konkrit yang dilakukan untuk memindahkan suatu produk, baik itu berupa barang ataupun jasa, dari produsen kepada konsumen sebagai sasarannya. Tujuan utama penjualan yaitu mendatangkan keuntungan atau laba dari produk ataupun barang yang dihasilkan produsennya dengan pengelolaan yang baik. 

C.    Pengertian Aplikasi Penjualan
Berdasarkan teori yang telah dibahas maka aplikasi penjualan dapat disimpulkan sebagai sebuah perangkat lunak komputer yang digunakan untuk proses penjualan yang bertujuan untuk membantu user atau penjual dalam melakukan aktifitasnya dalam mencari keuntungan atau laba dari produk atau barang yang dihasilkan produsen.


                                   PROSEDUR PENELITIAN

      1.      Studi Pustaka
Pada tahap ini, dilakukan penelitian dengan mempelajari buku-buku karya ilmiah, situs-situs web, literatur serta dokumentasi yang ada kaitannya dengan penulisan ini yang dipergunakan sebagai bahan acuan dalam pemecahan masalah.

      2.      Studi Lapangan
Pada tahap ini, data dalam pembuatan aplikasi diambil secara langsung dari studi kasus pilihan yang telah ditentukan sebelum penulisan.

      3.      Analisis Perancangan
Pada tahap ini, dilakukan penguraian akan gambaran umum aplikasi dalam menjalankan berbagai bisnis proses yang ada di dalam sebuah perusahaan atau toko berikut sistem penjualan yang akan di implementasikan. 

      4.      Perancangan Aplikasi
Pada tahap ini berupa kegiatan perancangan aplikasi berbasis desktop dan membuat rancangan tampilan aplikasi.

      5.      Implementasi
Pada tahap ini, penulisan ilmiah menggunakan software Microsoft Visual Studio  dan Microsoft Access untuk membuat interface serta database aplikasi tersebut.


Kamis, 04 Juni 2015

Skripsi adalah karya tulis yang disusun oleh seorang mahasiswa yang telah menyelesaikan sks yang ditentukan oleh suatu Perguruan Tinggi dengan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Utama dan Dosen Pembimbing II sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar Pendidiksan S1 (Sarjana). Berikut ini saya akan mendeskripsikan secara detail tata cara pembuatan skripsi yang ditujukan untuk mahasiswa yang akan membuat sebuah skripsi.

1. Tujuan Skripsi
Tujuan dalam Penulisan Skripsi adalah memberikan pemahaman terhadap mahasiswa agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan terstruktur.

2. Isi dan Materi
    a. Relevan dengan jurusan dari mahasiswa yang bersangkutan.
    b. Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.
    c. Masalah dibatasi, sesempit mungkin.

3. Bentuk Laporan Penulisan Skripsi.

A.     Bagian Awal. 
Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan skripsi yakni sebagai berikut :

1.    Halaman Judul
Ditulis sesuai dengan cover depan Penulisan Skripsi standar Universitas Gunadarma.

2.    Lembar Pernyataan
Yakni merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan skripsi ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.

3.    Lembar Pengesahan
Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing, Daftar Nama Panitia Ujian yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota.  Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing dan Kepala Bagian Sidang Sarjana.

4.    Abstraksi
Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar  dari Penulisan Skripsi dengan maximal 1 halaman.

5.    Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan Skripsi (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan, dll ).

6.    Halaman Daftar Isi
Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomor halaman.

7.    Halaman Daftar Tabel
Berisi semua tabel yang ada dan disusun berdasarkan urut nomor halaman.

8.    Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram
Berisi semua gambar, grafik dan diagram yang ada dan disusun berdasarkan urut nomor halaman.


B.    Bagian Tengah 

1.    Pendahuluan
Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :

a.    Latar Belakang Masalah
Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.

b.    Rumusan Masalah
Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.

c.     Batasan Masalah
Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.

d.    Tujuan Penelitian
Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.

e.     Metode  Penelitian
Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.
Jenis-Jenis Metode Penelitian :
1.    Studi Pustaka       : Semua bahan diperoleh dari buku-buku dan jurnal.
2.    Studi Lapangan    : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
3.    Gabungan            : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.

f.      Sistematika Penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Skripsi

2.    Landasan Teori
Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.

3.    Metode Penelitian
Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.

4.    Analisis Data dan Pembahasan
Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.

5.    Kesimpulan (dan Saran)
Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.
a.    Kesimpulan
Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.
b.    Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.


C.    Bagian Akhir
1.    Daftar Pustaka
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan.
2.    Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhi tungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.

     

4.  Teknik Penulisan

a.    Penomoran Bab serta subbab
    1. Bab dinomori dengan menggunakan angka romawi.
    2. Subbab dinomori dengan menggunakan angka latin dengan mengacu pada nomor bab/subbab dimana bagian ini terdapat.

II ………. (Judul Bab)
2.1 ………………..(Judul Subbab)
2.2 ………………..(Judul Subbab)
2.2.1 ………………(Judul Sub-Subbab)
3.    Penulisan nomor dan judul bab di tengah dengan huruf besar, ukuran font 14, tebal.
4.    Penulisan nomor dan judul subbab dimulai dari kiri, dimulai dengan huruf besar, ukuran font 12, tebal.

b.    Penomoran Halaman
1.    Bagian Awal, nomor halaman ditulis dengan angka romawi huruf kecil (i,ii,iii,iv,…).Posisi di tengah bawah (2 cm dari bawah). Khusus untuk lembar judul dan lembar pengesahan, nomor halaman tidak perlu diketik, tapi tetap dihitung.
2.    Bagian Pokok, nomor halaman ditulis dengan angka latin. Halaman pertama dari bab pertama adalah halaman nomor satu. Peletakan nomor halaman untuk setiap awal bab di bagian bawah tengah, sedangkan halaman lainnya di pojok kanan atas.
3.    Bagian akhir, nomor halaman ditulis di bagian bawah tengah dengan angka latin dan merupakan kelanjutan dari penomoran pada bagian pokok.

c.    Judul dan Nomor Gambar / Grafik / Tabel
1.    Judul gambar / grafik diketik di bagian bawah tengah dari gambar. Judul tabel diketik di sebelah atas tengah dari tabel.
2.    Penomoran tergantung pada bab yang bersangkutan, contoh : gambar 3.1 berarti gambar pertama yang aga di bab III.

d.    Penulisan Daftar Pustaka
1.    Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok tulisan ilmiah.
2.    Ditulis menurut kutipan-kutipan
3.    Menggunakan nomor urut, jika tidak dituliskan secara alfabetik
4.    Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan.
Nama pengarang Indonesia ditulis normal     : nama depan + nama keluarga
5.    Gelar tidak perlu disebutkan.
6.    Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri), tapi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
7.    Bila terdapat lebih dari tiga pengarang, cukup ditulis pengarang pertama saja dengan tambahan ‘et al’.
8.    Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum memiliki urutan sebagai berikut :
Nama Pengarang, Judul karangan (digarisbawah / tebal / miring), Edisi, Nama Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan.
9.    Tahun terbit disarankan minimal tahun 2000


5.    Penulisan Daftar Pustaka

Satu Pengarang
1.  Budiono. 1982. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta : Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi
     Universitas Gadjah Mada.
2.  Friedman. 1990. M. Capitalism and Freedom. Chicago : University of Chicago Press.

Dua Pengarang
1. Cohen, Moris R., and Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and Scientific Method.
     New york: Harcourt
2.  Nasoetion, A. H., dan Barizi. 1990.  Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia

Tiga Pengarang
1. Heidjrahman R., Sukanto R., dan  Irawan. 1980. Pengantar Ekonomi Perusahaan. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
2. Nelson, R.., P. Schultz, and R. Slighton. 1971. Structural change in a Developing Economy. Princeton: Princeton University Press.

Lebih dari Tiga Pengarang
1.  Barlow, R. et al. 1966. Economics Behavior of the Affluent. Washington D.C.: The Brooking Institution.
2.  Sukanto R. et al. 1982. Business Frocasting. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.

Pengarang Sama
1.  Djarwanto Ps. 1982. Statistik Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
2.    ____________. 1982. Pengantar Akuntansi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.

Tanpa Pengarang
1.  Author’s Guide. 1975. Englewood Cliffs, N.J. : Prentice Hall.
2. Interview Manual. 1969. Ann Arbor, MI: Institute for Social Research, Universiy of Michigan.

Buku Terjemahan, Saduran atau Suntingan
1.  Herman Wibowo (Penterjemah). 1993. Analisa Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Erlangga.
2. Karyadi dan Sri Suwarni (Penyadur). 1978. Marketing Management. Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.

Buku Jurnal atau Buletin

A.  Insukindro dan Aliman, 1999. “Pemilihan dan Bentuk Fungsi Empirik : Studi Kasus Permintaan Uang Kartal Riil di Indonesia”, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 14, No. 4:49-61.
B. Granger, C.W.J., 1986. “Developments in the Study of Co-integrated Economic Variables”, Oxford Bulletin of Economics and Statistics, Vol.48 : 215-226.


Format Pengetikan
a.   Menggunakan kertas ukuran A4.
b.   Margin Atas : 4 cm, Bawah : 3 cm, Kiri : 4 cm, Kanan : 3 cm
c.   Jarak spasi : 1,5 (khusus ABSTRAKSI hanya 1 spasi)
d.   Jenis huruf (Font) : Times New Roman.                  
e.   Ukuran / variasi huruf :          Judul Bab         14 / Tebal + Huruf Besar
                                                  Isi                   12 / Normal
                                                  Subbab            12 / Tebal

Hasil Penulisan Skripsi
a.    Dijilid berbentuk buku dengan jumlah halaman paling sedikit 12 (dua belas) halaman tidak termasuk cover, halaman judul, daftar isi, kata pengantar dan daftar pustaka
b.  Dipresentasikan dan dianjurkan menggunakan Power Point pada saat pelaksanaan Sidang Sarjana (S1) di hadapan para penguji Sidang.
c.    Diketik dengan menggunakan Program Software Pengolah Kata, misal : Ms Word
d.    Dicetak dengan printer (dianjurkan dengan LASER PRINTER)


Lampiran
Lampiran ini berisi data, gambar, tabel atau analisis dan lain-lain yang karena terlalu banyak, sehingga tidak mungkin untuk dimasukkan kedalam bab-bab sebelumnya.


Kutipan
Dalam penulisan hasil penelitian ilmiah biasanya dimasukkan kutipan-kutipan. Ada beberapa macam kutipan sebagai berikut:

a. Kutipan langsung (Direct Quatation) yang terdiri dari kutipan langsung pendek dan kutipan langsung panjang. Kutipan langsung pendek adalah kutipan yang harus persis sama dengan sumber aslinya dan ini biasanya untuk mengutip rumus, peraturan, puisi, difinisi, pernyataan ilmiah dan lain-lain. Kutipan langsung pendek ini adalah kutipan yang panjangnya tidak melebihi tiga baris ketikan. Kutipan ini cukup dimasukkan kedalam teks dengan memberi tanda petik diantara kutipan tersebut. Sedangkan kutipan panjang langsung adalah kutipan yang panjangnya melebihi tiga baris ketikan dan kutipan harus diberi tempat tersendiri dalam alinea baru.

b.  Kutipan tidak langsung (Indirect Quatation)  merupakan kutipan yang tidak persis sama dengan sumber aslinya. Kutipan ini merupakan ringkasan atau pokok-pokok yang disusun menurut jalan pikiran pengutip. Baik kutipan tidak langsung pendek maupun panjang harus dimasukkan kedalam kalimat atau alinea. Dalam kutipan tidak langsung pengutip tidak boleh memasukkan pendapatnya sendiri.

      Catatan kaki atau footnone adalah catatan tentang sumber karangan dan setiap mengutip suatu karangan harus dicantumkan sumbernya. Kewajiban mencantumkan sumber ini untuk menyatakan penghargaan kepada pengarang lain yang menyatakan bahwa penulis meminjam pendapat atau buah pikiran orang lain. Unsur-unsur dalam catatan kaki meliputi: nama pengarang, judul karangan, data penerbitan dan nomor halaman. Ada dua cara dalam menempatkan sumber kutipan sebagai berikut:

a. Cara ringkas yaitu menempatkan sumber kutipan dibelakangbahan yang dikutip yang ditulis dalam tanda kurung dengan menyebutkan “Nama pengarang, Tahun penerbitan dan Halaman yang dikutip”.


b. Cara langsung yaitu menempatkan sumber kutipan langsung dibawah pernyataan yang dikutip yang dipisahkan dengan garis lurus sepanjang garis teks. Jarak antara garis pemisah dengan teks satu spasi, jarak antara garis pemisah dengan sumber kutipan dua spasi, dan jarak baris dari kutipan harus satu spasi.

Referensi :
http://widi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/file/3144/PEDOMAN+PENULISAN+SKRIPSI+2012.doc.

Senin, 27 April 2015


Data Menurut saya pribadi adalah fakta-fakta yang belum memiliki arti yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Data diterima secara apa adanya dan bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, gambar, simulasi, konsep dan lain-lain. Dalam penelitian, fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Sedangkan data menurut wikipedia adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya.

Sumber Data dan Metode Pengumpulan Data

Ada dua sumber data dan metode pengumpulan data, dua hal tersebut yaitu :
1.   Data Primer
Data penelitian yang diperoleh sendiri melalui :
a.       Wawancara, Observasi, Tes,
b.      Kuesioner (Daftar Pertanyaan)
c.       Pengukuran Fisik
d.      Percobaan Laboratorium

2.   Data Sekunder
Data yang diperoleh dari sumber kedua, dokumentasi lembaga :
a.       Biro Pusat Statistik (BPS)
b.      Rumah sakit
c.       Lembaga atau institusi


Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data ini termasuk kategori laporan diri (personal report) / Deskripsi diri (self descriptive). Individu melaporkan tentang keadaan dirinya berdasarkan pertanyaan atau perintah yang diberikan kepadanya.

1.      Kuesioner
Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden. Jawaban responden atas semua pertanyaan dalam kuesioner kemudian dicatat/direkam

2.      Observasi
Pengamatan melibatkan semua indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pembau, perasa). Pencatatan hasil dapat dilakukan dengan bantuan alat rekam elektronik

3.      Wawancara
Pengambilan data melalui wawancara /secara lisan langsung dengan sumberdatanya, baik melalui tatap muka atau lewat telephone, teleconference. Jawaban responden direkam dan dirangkum sendiri oleh peneliti.

4.      Dokumen
Pengambilan data melalui dokumen tertulis mamupun elektronik dari lembaga/institusi. Dokumen diperlukan untuk mendukung kelengkapan data yang lain.
Dalam pengumpulan data penelitian membutuhkan suatu instrumen. Instrumen ini dibutuhkan untuk pengambilan data untuk penelitian baik penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif. Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.

Jenis-Jenis Data Penelitian
Berdasarkan karakteristiknya, data penelitian diklasifikasi ke dalam berbagai macam seperti tipe penelitiannya, sumbernya, subjeknya, formatnya, kegunaannya dan lain-lain.

Jenis data penelitian subjek fisika berbeda dengan jenis data subjek biologi, jenis data ekonomi berbeda pula dengan jenis data antropologi, paleontologi, kedokteran dan sebagainya.

Berikut ini beberapa contoh nya antara lain :

Berdasarkan Tipe Penelitian
§  Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dapat diinput ke dalam skala pengukuran statistik. Fakta dan fenomena dalam data ini tidak dinyatakan dalam bahasa alami, melainkan dalam numerik.

§  Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang dapat mencakup hampir semua data non-numerik. Data ini dapat menggunakan kata-kata untuk menggambarkan fakta dan fenomena yang diamati.

Berdasarkan Sumber
§  Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh peneliti sendiri atau dirinya sendiri. Ini adalah data yang belum pernah dikumpulkan sebelumnya, baik dengan cara tertentu atau pada periode waktu tertentu.

§  Data Sekunder
Data seunder adalah data yang dikumpulkan oleh orang lain, bukan peneliti itu sendiri. Data ini biasanya berasal dari penelitian lain yang dilakukan oleh lembaga-lembaga atau organisasi seperti BPS dan lain-lain.

Berdasarkan Cara Memperoleh
§  Data Observasional
Data observasi adalah data yang ditangkap in situ. Data ini sekali jadi atau tidak bisa diulang, diciptakan atau diganti.

§  Data Wawancara
Data wawancara adalah data yang diperoleh melalui tanya-jawab antara peneliti dan informan. Data ini bisa divalidasi menggunakan triangulasi.

§  Data Eksperimental
Data eksperimental adalah data yang dikumpulkan dalam kondisi terkendali, in situ atau berbasis laboratorium dan harus bisa direproduksi.

§  Data Simulasi
Data simulasi adalah data hasil dari penggunaan model dan metadata di mana input lebih penting daripada output. Contoh: model iklim, model ekonomi, model kosmologi dan lain-lain.

§  Data Referensi atau Kanonik
Data Referensi atau kanonik adalah data statis atau koleksi organik (peer-reviewed). Contoh: menggunakan data urutan gen yang sudah tersedia, struktur kimia, data sensus dan lain-lain.

§  Data Derivasi atau Kompilasi
Data derivasi atau kompilasi adalah data reproduksi. Contoh: kompilasi database yang sudah ada untuk membangun struktur 3D.

Berdasarkan Format Berkas

§  Data Kuantitatif
Contoh: SPSS, SAS, Microsoft Ecel, XML dan lain-lain.

§  Data Kualitatif
Contoh: Microsoft Word, Rich Text Format, HTML dan lain-lain.

§  Data Geospatial
Contoh: ESRI Shapefile, Geo-referenced TIFF, CAD data, Tabular GIS attribute data, MapInfo Interchange Format, dan lain-lain.

§  Data Digital Image
Contoh: TIFF, JPEG, Adobe Portable Document Format (PDF) dan lain-lain.

§  Data Digital Audio
Contoh: Free Lossless Audio Codec, Waveform Audio Format, MPEG-1 Audio Layer, Audio Interchange File Format dan lain-lain.

§  Data Digital Video
Contoh: MPEG-4 High Profile, Motion JPEG 2000, GIF dan lain-lain.

Berdasarkan Subjek Kedokteran
§  Data Diagnosis
Contoh: subklasifikasi penyakit atau histologi, sitogenetika, penanda molekuler dan lain-lain.

§  Data Demografi
Contoh: sosial ekonomi informasi, jenis kelamin, usia, ras/etnis dan lain-lain.

Jenis-Jenis Variabel Penelitian
Variabel adalah suatu konstruksi yang bisa diubah. Seperti karakteristik atau nilai untuk menentukan apakah perubahan satu hal mengakibatkan perubahan yang lain. Ada banyak variabel yang dilekatkan berdasarkan perbedaan karakteristik atau ciri-ciri yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan desain penelitian korelasional atau eksperimental terdapat lima jenis variabel yaitu :

1. Variabel Independent dan Dependent
Variabel bebas atau independent kadang-kadang disebut variabel prediktor, treatment, stimulus, penyebab, input dan lain-lain adalah variabel yang dimanipulasi untuk mengamati efeknya terhadap variabel tergantung.

Variabel tergantung atau terikat atau dependent disebut variabel akibat atau output adalah variabel yang diukur untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas.

2. Variabel Intervening
Variabel intervensi adalah variabel mediasi mengacu pada proses abstrak yang tidak secara langsung diamati tetapi memiliki link di antara variabel independent dan dependent. Ini variabel hipotetik.

Variabel ini dianggap sebagai variabel yang dapat menjelaskan keterkaitan variabel bebas dan terikat tetapi tidak dapat dipertanggungjawabkan, mungkin karena tidak diperhitungkan, tidak dapat diindentifikasi atau tidak dapat diukur.

Pada titik ini variabel intervening adalah konsep abstrak yaitu argumen hipotetik yang diusulkan seorang peneliti setelah penelitian selesai dilakukan berupa saran untuk agenda penelitian mendatang.

3. Variabel Moderating
Variabel moderating adalah varaibel mediasi yang sudah diidentifikasi, diukur dan dipertanggungjawabkan mempengaruhi keterkaitan variabel independent dan dependent.

Kedudukan variabel moderating adalah memoderasi pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung. Dengan demikian variabel moderating memberi efek memperlemah pengaruh.

4. Variabel kontrol
Variabel kontrol adalah variabel yang menyebabkan hubungan variabel bebas dan tergantung tetap konstan. Variabel ini mengeliminasi dampak yang diakibatkan dari adanya variabel-variabel moderating.

5. Variabel Asing (Extraneous)
Variabel extraneous atau variabel asing adalah faktor-faktor dalam lingkungan penelitian yang mungkin memiliki efek terhadap variabel dependent, tetapi tidak diketahui keberadaanya.

Variabel asing sangat berbahaya karena dapat merusak validitas sebuah penelitian. Jika memang tidak dapat dikendalikan, variabel asing harus setidaknya dipertimbangkan ketika menafsirkan hasil.


Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Data
http://tu.laporanpenelitian.com/
http://belajarpsikologi.com/metode-pengumpulan-data/

Popular Posts

Recent Posts