Kamis, 20 November 2014


Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan, karena selain digunakan sebagaialat komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi secaratulisan, di zaman era globalisasi dan pembangunan reformasi demokrasi ini, masyarakatdituntut secara aktif untuk dapat mengawasi dan memahami infrormasi di segala aspek kehidupan sosial secara baik dan benar, sebagai bahan pendukung kelengkapan tersebut, bahasa berfungsi sebagai media penyampaian informasi secara baik dan tepat, dengan penyampaian berita atau materi secara tertulis, diharapkan masyarakat dapat menggunakanmedia tersebut secara baik dan benar.

Ejaan yang disempurnakan adalah ejaan bahasa indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf, Kata, dan tanda baca sebagai sarananya. Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda dengan kata mengeja.

Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasademi keteraturan dan keseragaman bentuk, terutama dalam bahasa tulis.Keteraturan bentuk akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasanmakna. Ibarat sedang mengemudi kendaraan, ejaan adalah rambu lalulintas yang harus dipatuhi oleh setiap pengemudi. Jika para pengemudimematuhi rambu-rambu yang ada, terciptalah lalu lintas yang tertib danteratur. Seperti itulah kira-kira bentuk hubungan antara pemakai bahasa dengan ejaan.

Tanda Baca

A. Tanda Titik (.)

Penulisan tanda titik di pakai pada :
Akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan
Akhir singkatan nama orang.
Akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Singkatan atau ungkapan yang sudah sangat umum.
Bila singkatan itu terdiri atas tiga hurus atau lebih dipakai satu tanda titik saja.
Dipakai untuk memisahkan bilangan atau kelipatannya.
Memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
Dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
Tidak dipakai pada akhir judulyang merupakan kepala karangan atau ilustrasi dan tabel.

B. Tanda koma (,)

Kaidah penggunaan tanda koma (,) digunakan :

Antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
Memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata tetapi atau melainkan.
Memisahkan anak kalimat atau induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
Digunakan dibelakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk kata : (1) Oleh karena itu, (2) Jadi, (3) lagi pula, (4) meskipun begitu, dan (5) akan tetapi.
Digunakan untuk memisahkan kata seperti : o, ya, wah, aduh, dan kasihan.
Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Dipakai diantara : (1) nama dan alamat, (2) bagina-bagian alamat, (3) tempat dan tanggal, (4) nama dan tempat yang ditulis secara berurutan.
Dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Dipakai antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Menghindari terjadinya salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Dipakai di antara bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau seru.

C. Tanda Titik Tanya ( ? )

Tanda tanya dipakai pada :
Akhir kalimat tanya.
Dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang diragukan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

D. Tanda Seru ( ! )

Tanda seru dugunakan sesudah ungkapan atau pertanyaan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kseungguhan, ketidakpercayaan, dan rasa emosi yang kuat.

E. Tanda Titik Koma ( ; )

Tanda titik koma dipakai :
Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.

F. Tanda Titik Dua ( : )

Tanda titik dua dipakai :
Sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemberian.
Pada akhir suatu pertanyaan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Di dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan .
Di antara jilid atau nomor dan halaman.
Di antara bab dan ayat dalam kitab suci.
Di antara judul dan anak judul suatu karangan.
Tidak dipakai apabila rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.

G. Tanda Elipsis (…)

Tanda ini menggambarkan kalimat-kalimat yang terputus-putus dan menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dibuang. Jika yang dibuang itu di akhir kalimat, maka dipakai empat titik dengan titik terakhir diberi jarak atau loncatan.

H. Tanda Garis Miring ( / )

Tanda garis miring ( / ) di pakai :
Dalam penomoran kode surat.
Sebagai pengganti kata dan,atau, per, atau nomor alamat.

I. Tanda Penyingkat atau Apostrof ( ‘)

Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan sebagian huruf.

J. Tanda Petik Tunggal ( ‘…’ )

Tanda petik tunggal dipakai :
Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing.

K. Tanda Petik ( “…” )

Tanda petik dipakai :
Mengapit kata atau bagian kalimat yang mempunyai arti khusus, kiasan atau yang belum dikenal.
Mengapit judul karangan, sajak, dan bab buku, apabila dipakai dalam kalimat.

Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.

Rabu, 15 Oktober 2014


       Ragam bahasa adalah macam atau variasi suatu bahasa berdasarkan cara pemakaiannya. Ragam bahasa terbuat secara alami oleh manusia dikarenakan perbedaan perlakuan atau cara penggunaannya yang menyebabkan adanya perbedaan mendasar. Ragam bahasa sendiri sangat luas cakupan nya berikut adalah beberapa contoh jenis dari ragam bahasa.

·        Berdasarkan pemakai / penutur.
1.     Dialek / logat.
Ragam bahasa ini merupakan salah satu ragam yang sangat terlihat sekali perbedaannya di Indonesia. Contohnya, logat antara orang jawa dengan orang madura berbeda. Logat jawa umumnya lebih bersifat merendahkan suaranya sedangkan orang medan terkesan meninggikan intonasi bicaranya.

2.     Pendidikan.
Ragam bahasa ini merupakan ragam yang tercipta karena pengaruh pendidikan seseorang dalam kehidupannya. Cara berbicara orang yang berpendidikan cenderung lebih baku namun baik, sedangkan bagi yang tidak cenderung lebih terpengaruh lingkungan sekitar. Perbedaan ini juga terlihat dari cara pelafalan beberapa kata, contohnya video menjadi pideo.

3.     Sikap pemakai.
Ragam ini merupakan ragam yang bersifat subjektif dari sikap pemakai pribadi dan dapat dipengaruhi oleh usia maupun kedudukan seseorang. Contohnya percakapan antara guru dengan siswa, atau percakapan antar teman.

·        Berdasarkan sarana.
1.     Tulisan.
Ragam ini berkaitan dengan cara penggunaan bahasa dalam bentuk tulisan. Contoh dari ragam ini seperti tulisan undang-undang, catatan pribadi, surat, makalah, dan sebagainya.

2.     Lisan.
Ragam ini berkaitan dengan cara penggunaan bahasa dalam bentuk suara berikut intonasi, kelugasan, dan spontanitas. Contoh dari ragam bahasa ini adalah pidato, khutbah, kuliah dan lain-lain.

·        Berdasarkan situasi.
1.     Baku
Ragam bahasa ini biasanya tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari namun lebih mengacu pada pemakaian secara penulisan ataupun hal lain yang bersifat formal. Dalam bahasa Indonesia biasanya ragam ini di kaitkan dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

2.     Tidak Baku
Ragam bahasa ini merupakan ragam yang digunakan oleh kita dalam kehidupan sehari-hari, kemudahan, kenyamanan dan efisiensi pemakaian nya lebih dipentingkan dari segi yang lain. Pemakaiannya tidak memperhatikan EYD.

·        Berdasarkan Bidang.
Ragam bahasa ini mempunyai cakupan yang sangat luas, mengingat berbagai bidang yang ada di kehidupan sehari-hari sangat banyak. Contohnya ilmu pengetahuan, Kedokteran, Sastra, dll.

Indonesia yang merupakan kesatuan dari berbagai macam suku, adat dan budaya memiliki kekayaan ragam bahasa yang tak ternilai harganya, dalam suatu daerah bahkan dapat memiliki sub-sub ragam bahasa yang banyak, ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki ragam bahasa terbanyak di dunia.


·       Contoh – contoh pemakaian Ragam Bahasa
·        Berdasarkan pemakai / penutur.
1.     Dialek / logat.

   “Nalika warga Indonesia milih SBY Minangka presiden ing 2004.” (Bahasa Jawa)

2.     Pendidikan.

      “Yudha lagi nonton pilem di bioskop.”

3.     Sikap pemakai.
    
    “Nak, jangan di lakukan lagi perbuatan seperti itu.” (Orang tua dengan anak)

·        Berdasarkan Sarana.
1.     Tulisan
   
   “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara.”(UUD)

2.     Lisan

     “Hadirin yang terhormat, izinkan saya menyampaikan sepatah dua patah kata dalam acara ini.” (Pidato)

·        Berdasakan Situasi
1.     Baku
   
   “Kami segenap keluarga besar Universitas Gunadarma mengucapkan selamat Idul Fitri 1435 H, minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin.”

2.     Tidak Baku
    
    “Andi hari ini akan belajar akutansi di kampus.” (Akutansi seharusnya Akuntansi)


·        Berdasarkan Bidang
o   Bidang Sastra (Puisi)

                                   Dunia
Dunia..
Akulah pemuda
Yang lahir dari rahim peradaban
Dibesarkan oleh zaman
Dididik oleh pengalaman

Dunia..
Izinkan aku menyampaikan dengan jelas
Layaknya cahaya yang terimbas
Bahwa aku punya cita
Tak sekedar kata dan orasi
Namun kerja nyata dan realisasi

Dunia..
Izinkan aku mengabarkan
Bahwa di tanah pertiwi ini
Masih ada pemuda yang peduli
Pada keadaan negeri ini

Dunia...
Aku rela jika tubuh ini gontai
Jika kulit ini terbakar matahari
Biarlah dia menjadi saksi sejarah
Bahwa aku telah berjuang
Ciptakan perbaikan..

Oleh : Aditya Harisakti

o   Bidang Kedokteran

   “Dengan ini diterangkan bahwa Tn. Budi, menurut hasil pemeriksaan dinyatakan dirawat di RS Keluarga Mutiara” (Surat Keterangan Dokter)



Kamis, 02 Oktober 2014

Bahasa menurut wikipedia dalam bahasa sanskerta adalah kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks. Sedangkan bahasa menurut saya pribadi adalah suatu cara yang dipakai oleh manusia secara verbal untuk saling bertukar informasi mengenai apa-apa yang ada dalam benak dan pikiran dari setiap orang, untuk menunjang statusnya sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri.

Bahasa merupakan suatu yang kita gunakan di kehidupan sehari-hari untuk berkomunikasi dengan orang lain. Oleh karena itu bahasa tidak dapat lepas dari kehidupan seseorang. Bahasa sendiri merupakan jembatan bagi setiap orang untuk saling bertukar informasi dan pikiran yang sangat berguna untuk pengembangan individu. Bahasa merupakan hal yang pertama kali dipelajari oleh manusia sebelum manusia belajar dengan apa yang disebut tulisan. Orang tua biasanya akan mengajarkan anaknya berbahasa sejak kecil bahkan saat kita tidak mengenal apa yang di maksud dengan bahasa itu sendiri. Dengan potensi tinggi seorang bayi manusia pada akhirnya bahasa dapat di cerna dengan sangat baik dan secara tidak sadar manusia pada akhirnya telah mempelajari suatu bahasa.

Bahasa di suatu daerah dapat berbeda dengan bahasa di daerah lain, ini disebabkan oleh letak geografis, perbedaan adat, dan perkembangan cara berpikir yang berbeda-beda satu sama lain. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keragaman bahasa paling banyak di dunia. Pada 2012 tercatat oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bahwa jumlah bahasa dan sub bahasa di Indonesia mencapai 546 bahasa yang berhasil dipetakan. Tentunya ini merupakan kekayaan yang sangat tinggi harganya. Di sisi lain dilaporkan juga ada beberapa sub bahasa di Indonesia yang mengalami kepunahan.

Penggunaan bahasa sendiri merupakan sesuatu yang sangat unik. Kita dapat membedakan antara sebuah pernyataan dan pertanyaan hanya dengan merubah intonasi bicara kita. Penggunaan Intonasi sendiri juga berbeda-beda di setiap bahasa. Bahasa wajah dan tubuh juga terkadang keluar saat kita berbicara untuk mempertegas dan memperjelas apa yang kita ingin sampaikan pada orang lain.

Saat ini, manusia telah dituntut untuk dapat menggunakan bahasa yang berbeda untuk dapat saling berkomunikasi satu sama lain. Muncul kata “bahasa internasional” yaitu bahasa inggris yang telah disepakati oleh dunia sebagai bahasa yang akan dipakai untuk pergaulan internasional. Dengan bahasa inggris kita mulai dapat berkomunikasi dengan orang lain diseluruh dunia. Bahasa inggris menjadi suatu bahasa yang banyak diwajibkan untuk dipelajari di semua negara, baik negara maju maupun negara berkembang. Bahasa inggris saat ini juga menjadi prasyarat rekruitmen suatu perusahaan untuk merekrut para pegawainya. Bahkan sekarang ini kita dituntut untuk belajar bahasa lain selain bahasa inggris untuk terus dapat menunjang komunikasi kita dengan orang lain. Kurikulum di SMA saat ini contohnya memasukkan bahasa jepang dan bahasa prancis sebagai bahasa tambahan untuk dijadikan sebagai bahasa penunjang.

Seseorang juga dapat di nilai dari bahasa yang ia pakai sehari-hari, seseorang yang tinggi status sosialnya dapat dianggap rendah jika memakai bahasa yang tidak sesuai dengan status nya, sedangkan seseorang yang biasa saja akan sangat dihargai oleh orang lain jika memiliki tutur kata bahasa yang baik. Oleh karena itu bahasa yang dipakai oleh seseorang juga sangat berkaitan dengan nilai-nilai serta etika dan norma manusia ketika saling berhubungan dengan manusia lain.

Bahasa dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahasa formal dan bahasa informal. Bahasa formal biasanya dipakai saat kita berbicara dengan orang yang lebih tua, atau berbicara di sebuah acara yang formal atau saat kita berbicara dengan orang lain di tempat kerja kita. Sedangkan bahasa informal biasanya di gunakan saat kita bergaul dengan orang yang seumuran dengan kita atau dengan keluarga kita. Tentunya kita harus dapat menentukan saat-saat dipakai nya dua bahasa ini untuk mempermudah dan memberikan rasa nyaman pada saat kita berkomunikasi dengan orang lain.

Bahasa dewasa ini juga telah banyak bertransformasi dari bentuk aslinya. Bahasa yang dulunya hanya dipakai secara biasa dan sangat berkaitan dengan wilayah / geografis mulai memiliki banyak sekali serapan nya, dan membentuk suatu bahasa yang baru. Mungkin kita pernah mendengar contoh dari bahasa tersebut, yaitu bahasa gaul. Bahasa gaul merupakan bahasa informal yang terbuat di Indonesia karena pergaulan kaula muda untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Bahasa ini sangat sering dipakai di kota-kota besar yang di dalamnya banyak keragaman suku dan adat. Terciptanya bahasa ini mengundang respon positif dan negatif. Ada masyarakat yang dapat menerima bahasa ini, namun ada juga yang kurang menyukainya dan menganggap bahwa bahasa tersebut tidak layak dipakai. Namun pada akhirnya bahasa ini tetap dipakai sampai saat ini, dikarenakan ke luwes-an nya sebagai bahasa yang cepat untuk di ucapkan dan sangat fleksibel bahkan kosakata nya selalu mengalami penambahan secara terus menerus. Bahasa gaul menjadi tidak dapat dipisahkan oleh kita sebagai anak muda, bahkan kadang kita akan merasa aneh jika anak seumuran kita tidak memakai bahasa ini.

            Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Bahasa merupakan bagian penting dari kehidupan kita, oleh sebab itu pembudayaan bahasa merupakan hal yang harus kita lakukan untuk terus membuat bahasa kita tidak terlupakan suatu saat nanti. Diajarkannya kita tentang bahasa Indonesia sejak dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sampai sekarang tidak lain untuk terus memberikan kita pengertian tentang bahasa kita yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia tercatat dalam wikipedia telah memiliki 2847 kata serapan dari seluruh nusantara dan 7636 kata serapan dari bahasa lain. Sungguh kekayaan yang sangat besar dan kita sebagai penerus bangsa harus terus memberikan kontribusi bagi bahasa kita tercinta ini.

Minggu, 06 Juli 2014

·         Inflasi

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu.

Jenis – jenis inflasi juga dapat dibedakan :
1. Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
2. Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
3. Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
4. Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)

Penyebab Inflasi :
1. Menaiknya permintaan
Salah satu penyebab inflasi adalah adanya kenaikan permintaan, sedangkan penawaran tidak bisa mencukupi atau memenuhi permintaan tersebut, maka terjadilah kenaikan harga, yang ujung-ujungnya dapat menyebabkan inflasi.
2. Menaiknya biaya produksi
Ketika harga biaya produksi suatu produk mengalami kenaikan, maka harga produk yang dihasilkan tersebut juga akan naik.

Cara mengatasi Inflasi :
1. Pemerintah berusaha menekan inflasi serendah-rendahnya karena inflasi tidak dapat dihapuskan sama sekali.
2. Bank sentral umumnya mengandalkan jumlah uang beredar dan/atau tingkat suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga.
3. Kebijakan moneter dengan cara bank sentral untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar sehingga akan terjadi perubahan jumlah uang yang beredar.
4. Memperkuat Politik diskonto (discount policy), yaitu politik bank sentral untuk mempengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikan dan menurunkan tingkat bunga.
5. Kebijakan Pasar Terbuka (open market policy) yaitu dengan jalam membeli atau menjual surat-surat berharga.
6. menentukan cash ratio yaitu angka perbandingan minimum antara uang tunai yang dimiliki oleh bank umum dengan jumlah uang giral (cek.giro dan sebagainya) yang dikeluarkan oleh bank yang bersangkutan.
7. Menurunkan cadangan minimum sehingga jumlah uang yang beredar cenderung naik dan sebaliknya jika cadangan minimum dinaikan jumlah uang yang beredar cenderung turun.


·         Pengangguran

Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.


Jenis-jenis Pengangguran :
1. Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.

2. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment

Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

3. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment

Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.

4. Pengangguran Siklikal

Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.

Penyebab Pengangguran :
a. Faktor Pribadi
        1. Faktor kemalasan
        2. Faktor cacat / uzur
        3. Faktor rendahnya pendidikan / keterampilan
b. Faktor Sistem Sosial & Ekonomi
        1. Ketimpangan antara penawaran tenaga kerja dan kebutuhan
        2. Kebijakan Pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat
        3. Pengembangan sektor ekonomi non-real

Cara mengatasi pengangguran :
1.    Pendidikan gratis bagi yang kurang mampu. Salah satu penyebab pengangguran adalah rendahnya tingkat pendidikan seseorang, sehingga ia tidak memiliki pengetahuan yang cukup dan susah untuk mendapatkan pekerjaan.
2.    Pemerintah sebaiknya menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak sehingga dapat membantu untuk mengurangi tingkat pengangguran.
3.    Tak hanya pemerintah, masyarakat pun diimbau untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.
4.    Mendirikan tempat-tempat pelatihan keterampilan, misalnya kursus menjahit, pelatihan membuat kerajinan tangan, atau BLK (Balai Latihan Kerja) yang didirikan di banyak daerah. Hal ini juga termasuk cara mengatasi pengangguran, sehingga orang yang tidak berpendidikan tinggi pun bisa bekerja dengan modal keterampilan yang sudah mereka miliki.
5.    Pemerintah diharapkan mendirikan suatu lembaga bantuan kredit atau langsung bekerja sama dengan bank-bank tertentu untuk memberikan kredit pada masyarakat yang kurang mampu. Kredit tersebut diharapkan dapat membantu mereka untuk mendirikan suatu usaha, misalnya UKM atau sejenisnya.
6.    Sebagai antisipasi, pelajar perlu diberi pendidikan non-formal. Pendidikan non-formal bisa berupa keterampilan khusus, kemampuan berkomunikasi atau peningkatan EQ, serta diarahkan untuk menjadi lulusan sekolah yang mempu menciptakan suatu lapangan pekerjaan. Bukan semata-mata sebagai lulusan sekolah yang hanya bisa melamar pekerjaan.

Referensi :
http://sitihajar933.blogspot.com/2013/02/cara-mengatasi-inflasi-deflasi-dan.html
http://pendidikan776.blogspot.com/2013/08/pengertian-inflasi-jenis-penyebab-dan-cara-mengatasi-inflasi.html
http://wahyukintoko.blogspot.com/2013/01/tugas-isd-penyebab-pengangguran-dan.html
http://www.organisasi.org/1970/01/pengertian-pengangguran-dan-jenis-macam-pengangguran-friksional-struktural-musiman-siklikal.html

Sabtu, 05 Juli 2014


·         Definisi pendapatan nasional

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

Pendapatan nasional adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh
suatu perekonomian dalam periode tertentu yang dihitung berdasarkan nilai pasar. Setiap negara memiliki suatu sistem perhitungan pendapatan nasional. Sistem tersebut merupakan suatu cara mengumpulkan informasi perhitungan terhadap hal-hal sebagai berikut :
a. Nilai berbagai ibarang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara
b. Nilai berbagai jenis pengeluaran atas produk nasional
c. Jumlah pendapatan yang diterima oleh berbagai faktor produksi yang digunakan untuk menciptakan produk nasional tersebut.

Macam-macam Konsep Pendapatan Nasional :
1. Produk Domestik Bruto (PDB) / Gross Domestic Product (GDP)
2. Produk Nasional Bruto (PNB) / Gross National Product (GNP)
3. Produk Nasional Netto (PNN) / Net National Product (NNP)
4. Pendapatan Nasional Neto / Net National Income (NNI)
5. Pendapatan Perseorangan / Personal Income (PI)
6. Pendapatan yang siap dibelanjakan / Disposable Income (DI)


·         Metode perhitungan pendapatan nasional

1. Pendekatan Pendapatan
Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Kemampuan entrepreneur ialah kemampuan dan keberanian mengombinasikan tenaga kerja, barang modal, dan uang untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Balas jasa untuk tenaga kerja adalah upah atau gaji. Untuk barang modal adalah pendapatan sewa. Untuk pemilik uang/aset finansial adalah pendapatan bunga. Sedangkan untuk pengusaha adalah keuntungan. Total balas jasa atas seluruh faktor produksi disebut Pendapatan Nasional (PN).

Y = R + W + I + P
Ket :
Y = pendapatan nasional
R = rent = sewa
W = wage = upah/gaji
I = interest = bunga modal
P = profit = laba

2. Pendekatan Pengeluaran
Menurut metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total dalam perekonomian selama periode tertentu. Menurut metode ini ada beberapa jenis agregat dalam suatu perekonomian yaitu Konsumsi Rumah Tangga (Household Consumption),  Konsumsi Pemerintah (Government Consumption), Pengeluaran Investasi (Investment Expenditure),  Ekspor Neto (Net Export).

Y = C + I + G + (X - M)
Ket :
Y = Pendapatan Nasional
C = konsumsi masyarakat
I = investasi
G = pengeluaran pemerintah
X = ekspor
M = impor

3. Pendekatan Produksi
Menurut metode ini, PDB adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. Cara penghitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi (industrial origin). Jumlah output masing-masing sektor merupakan jumlah output seluruh perekonomian. Hanya saja, ada kemungkinan bahwa output yang dihasilkan suatu sektor perekonomian berasal dari output sektor lain. Atau bisa juga merupakan input bagi sektor ekonomi yang lain lagi. Dengan kata lain, jika tidak berhati-hati akan terjadi penghitungan ganda (double counting) atau bahkan multiple counting. Akibatnya angka PDB bisa menggelembung beberapa kali lipat dari angka yang sebenarnya. Untuk menghindari hal tersebut, maka dalam perhitungan PDB dengan metode produksi, yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) masing-masing sektor.

Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +.....(PXQ)n
Ket:
Y = Pendapatan Nasional
P = Harga
Q = Kuantitas

·         Manfaat / tujuan mempelajari Pendapatan Nasional

1. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
2. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun.
3. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
4. Untuk mengkaji dan mengendalikan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat perekonomian suatu negara.
5. Untuk memperoleh taksiran akurat tentang nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu masyarakat dalam satu tahun.

·         Kendala perhitungan pendapatan nasional

1. Perhitungan PDB dan Analisis Kemakmuran

Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu negara,dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk.Angka tersebut dikenal sebagai angka PDB per kapita.Biasanya semakin tinggi PDB kemakmuran rakyat dianggap makin tinggi.
Kelemahan dari pendekatan diatas adalah tidak terlalu memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Faktor utama pemicu gejalas diatas adalah masalah distribusi pendapatan.

2. Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial

Perhitungan PDB maupun PDB per kapita juga dapat digunakan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan sosial suatu masyarakat.Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan,kesehatan dan gizi,kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik. Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial.Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/materi yang dapat diukur dengan nilai uang.

3. PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas

Sampai batas-batas tertentu,angka PDB per kapita dapat mencarminkan tingkat produktivitas suatu negara. Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antarnegara,ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan :

a. Jumlah dan komposisi penduduk : Bila jumlah penduduk makin besar,sedangkan komposisinya sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15-64thn) dan berpendidikan tinggi (>SLA), maka tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik.

b. Jumlah dan struktur kesempatan kerja : Jumlah kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat terlibat dalam proses produksi.Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat produktifitas.

c. Faktor-faktor non ekonomi : yang tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja,tata nilai,faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan.

4. Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economy)

Angka statistika PDB indonesia yang dilaporkan BPS hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal.Di negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional
http://dhauslaode.blogspot.com/2013/02/rumus-menghitung-pendapatan-nasional.html
http://wardayadi.wordpress.com/materi-ajar/kelas-x/pendapatan-nasional-2/
http://tecnologhi.blogspot.com/2012/03/tujuan-dan-manfaat-mempelajari.html
http://rizkiaji22.blogspot.com/2011/04/masalah-perhitungan-pendapatan-nasional.html

Senin, 23 Juni 2014

                                                        Macam-macam Pasar

Ciri-ciri
Persaingan Sempurna
Persaingan Monopolistik
Oligopoli
Monopoli
Jumlah Produsen atau penjual
Banyak penjual, setiap penjual memiliki pangsa pasar yang amat kecil
Banyak penjual tetapi arti dari tiap penjual tidak terlalu kecil
Sedikit
Hanya Satu
Tingkat diferensiasi produk
Produk persis sama (homogen)
Produk mempunyai keistimewaan tertentu, namun mungkin saling menggantikan
Beberapa di antaranya identik, beberapa lainnya terdiferensiasi
Tidak mempunyai produk pengganti
Kemampuan produsen menentukan harga
Tidak dapat menetapkan harga
Mempunyai kekuasaan untuk menentukan harga
Ada beberapa kekuasaan pengendalian
Kekuasaan untuk menentukan harga sangat besar
Metode pemasaran atau penjualan
Pertukaran di pasar, lelang
Iklan , persaingan mutu
Iklan,persaingan harga, bonus
Iklan promosi lewat humas
Keterlibatan Sektoral dalam perekonomian
Dalam sektor pertanian, komoditi-komoditi yang dipasarkan secara intenasional
Sangat umum di segala sektor perekonomian
Sangat umum di semua sektor perekonomian
Sarana dan prasarana, industri-industri yang sangat “dilindungi” karena pertimbangan khusus
Kemudahan masuk ke dalam industri
Mudah
Agak mudah
Agak sulit
Diatur oleh pemerintah
Contoh produk yang diusahakan
Padi,jagung dan berbagai produk pertanian khususnya tanaman pangan
Sabun, deterjen,pasta gigi,obat-obatan, kosmetika dan pakaian
Semen, baja, kertas, pupuk, mesin, mobil, minyak (di dunia)
Listrik, telepon,air minum, gas, dan bahan bakar minyak (di Indonesia)
Pengaruh Iklan
Tidak ada
Ada
Ada
Tidak ada
Interdependensi
Tidak ada
Tidak ada
Ada
Tidak ada

Referensi :
http://recyclearea.wordpress.com/2009/10/21/jenis-jenis-pasar-dalam-ekonomi/
http://ringkasanmanajemen.wordpress.com/tag/karakteristik-dan-jenis-pasar/
http://gabriellabcde.blogspot.com/2013/05/struktur-pasar.html?m=1


Popular Posts

Recent Posts